(Jessica kumala Wongso, terdakwa kasus "Kopi Sianida". Foto :news.liputan6.com
Sidang ke-12 lanjutan kasus 'kopi sianida' menghadirkan saksi ahli
psikologi yaitu Antonia Ratih Anjayani. Ia membongkar ekspresi tak lazim
saat Wayan Mirna Salihin ambruk di Kafe Olivier, Grand Indonesia,
Jakarta Pusat.
Dalam kesaksiannya, Ratih menyebut adanya gerak-gerik terdakwa
Jessica yang tidak wajar saat Wayan Mirna Salihin jatuh di meja nomor
54.
"Hal yang menjadi catatan kami, sebagai seorang teman yang
mengharapkan pertemuan, sepanik apapun akan berusaha untuk menolong
teman (saat kejadian). Dan ini yang tidak tampak," ujar Antonia di
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (15/8).
Selain itu, menurut Antonia, saat kejadian tidak ada gestur panik
yang tampak pada Jessica saat Mirna sekarat. Sebagai seorang teman, kata
dia, Jessica, sewajarnya Jessica menunjukkan gestur panik dengan
berusaha mencari pertolongan.
"Dalam konteks kasus ini, Jessica dan Mirna adalah teman. Sepanik
apapun, pasti ada gestur sigap, gestur tanya ke satpam, telepon agar
segera dapat pertolongan. Hal-hal kecil perilaku demikian tidak
ditampilkan," jelas dia.
Kendati demikian, lanjut dia, gerak-gerik Jessica saat memasuki Kafe
Olivier merupakan hal yang lumrah. Saat itu, terdakwa hanya datang dan
langsung ketemu resepsionis.
"Semua gerak-gerik terdakwa waktu masuk di kafe itu hal yang biasa.
Langsung datang ketemu resepsionis, minta tunjukkan tempat, itu biasa.
Yang menarik perhatian saya yang bersangkutan berkeliling kafe," ucap
dia.
dikutip dari :http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/08/15/obxpyj394-ahli-psikologi-bongkar-ekspresi-tak-lazim-jessica
Saturday, August 13, 2016
Ahli Psikologi Bongkar Ekspresi tak Lazim Jessica
5:20 PM
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment