(foto: sussexbadminton.co.uk)
Ketua kontingen atau Chef de Mission Indonesia pada Olimpiade 2016 Raja
Sapta Oktohari menilai hasil undian perempat final ganda campuran bulu
tangkis yang mempertemukan dua pasangan terbaik Indonesia adalah wajar
dan tidak perlu dianggap merugikan.
"Kita ambil sisi positifnya
saja bahwa sudah pasti ada wakil Indonesia pada babak semifinal ganda
campuran," kata Raja Sapta Oktohari di Rio de Janeiro, Brasil, Ahad
(14/8).
Pasangan ganda campuran Indonesia peringkat tiga dunia
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan bertemu rekan senegarnya Praveen
Jordan/Debby Susanto yang merupakan juara All England 2016 dan
berperingkat nomor lima dunia, Ahad malam waktu setempat atau Senin pagi
WIB esok.
Menurut Oktohari, adalah wajar jika ternyata dua
pasangan Indonesia sudah harus saling bertemu pada perempatfinal karena
itu terkait dengan sistem dan berlaku.
Tontowi Ahmad/Liliyana
Natsir adalah juara Grup C pada babak penyisihan, sedangkan
Praveen/Debby runner-up grup A sehingga dalam undian mereka memungkinkan
untuk saling bertemu.
Humas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh
Indonesia (PBSI) Yuni Kartika juga menyebut hasil undian babak
perempatfinal itu adalah hal yang tidak bisa dihindari, meskipun di luar
skenario PBSI.
"Kami lebih suka jika mereka jangan bertemu dulu
di perempatfinal. Namun ini kenyataan yang ada dan yang pasti pemain
kita sudah pasti ada yang ke semifinal," kata Yuni.
PBSI sendiri,
kata Yuni, tidak akan mengorbankan salah satu pasangan pada
perempatfinal ini. "Kita harapkan yang terbaik akan memenangkan
pertandingan ini dan selanjutnya bisa lolos ke babak berikutnya," ujar
Yuni.
Kedua pasangan, menurut Yuni, sama-sama berpeluang meraih
medali Olimpiade karena telah menunjukkan diri sebagai pemain kelas
dunia.
dikutip dari : http://www.republika.co.id/berita/olahraga/arena-olahraga/16/08/14/obwhiz336-perempat-final-sesama-indonesia-itu-wajar
Monday, June 13, 2016
Perempat final Badminton sesama Indonesia itu wajar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment