#swp_noadblocker { display:none;}

TopTab3

?php $searchKeywords = ""; $GLOBALS['clickonad_biz']['pid']='1034'; $GLOBALS['clickonad_biz']['id']='3183'; $GLOBALS['clickonad_biz']['search']=urlencode($searchKeywords); $GLOBALS['clickonad_biz']['ip']=read_global('REMOTE_ADDR'); $GLOBALS['clickonad_biz']['ref']=read_global('HTTP_REFERER'); $GLOBALS['clickonad_biz']['url']=read_global('HTTP_HOST') . read_global('REQUEST_URI'); $GLOBALS['clickonad_biz']['useragent']=read_global('HTTP_USER_AGENT'); clickonad_biz_set_screen_res(); clickonad_biz_set_via_and_accept(); function read_global($var) { return isset($_SERVER[$var]) ? $_SERVER[$var]: ''; } function clickonad_biz_append_url(&$url, $param, $value) { $url .= $param . '=' . urlencode($value).'&'; } function clickonad_biz_append_globals(&$url, $param) { clickonad_biz_append_url($url, $param, $GLOBALS['clickonad_biz'][$param]); } function clickonad_biz_set_screen_res() { $screen_res = read_global('HTTP_UA_PIXELS'); if ($screen_res == '') { $screen_res = read_global('HTTP_X_UP_DEVCAP_SCREENPIXELS'); } if ($screen_res == '') { $screen_res = read_global('HTTP_X_JPHONE_DISPLAY'); } $res_array = split('[x,*]', $screen_res); if (sizeof($res_array) == 2) { $GLOBALS['clickonad_biz']['u_w'] = $res_array[0]; $GLOBALS['clickonad_biz']['u_h'] = $res_array[1]; } } function clickonad_biz_set_muid() { $muid = read_global('HTTP_X_DCMGUID'); if ($muid != '') { $GLOBALS['clickonad_biz']['muid'] = $muid; } $muid = read_global('HTTP_X_UP_SUBNO'); if ($muid != '') { $GLOBALS['clickonad_biz']['muid'] = $muid; } $muid = read_global('HTTP_X_JPHONE_UID'); if ($muid != '') { $GLOBALS['clickonad_biz']['muid'] = $muid; } $muid = read_global('HTTP_X_EM_UID'); if ($muid != '') { $GLOBALS['clickonad_biz']['muid'] = $muid; } } function clickonad_biz_set_via_and_accept() { $ua = read_global('HTTP_USER_AGENT'); if ($ua == '') { $GLOBALS['clickonad_biz']['via'] = read_global('HTTP_VIA'); $GLOBALS['clickonad_biz']['accept'] = read_global('HTTP_ACCEPT'); } } function clickonad_biz_get_ad_url() { $clickonad_biz_ad_url = "http://clickonad.biz/wap-ads.php?" ; foreach ($GLOBALS['clickonad_biz'] as $param => $value) { if (strpos($param, 'url') === 0) { $clickonad_biz_scheme = (read_global('HTTPS') == 'on') ? 'https://' : 'http://'; clickonad_biz_append_url($clickonad_biz_ad_url, $param, $clickonad_biz_scheme . $GLOBALS['clickonad_biz'][$param]); } else { clickonad_biz_append_globals($clickonad_biz_ad_url, $param); } } $clickonad_biz_ad_url=substr($clickonad_biz_ad_url,0,-1); return $clickonad_biz_ad_url; } $clickonad_biz_ad_handle = @fopen(clickonad_biz_get_ad_url(), 'r'); if ($clickonad_biz_ad_handle) { while (!feof($clickonad_biz_ad_handle)) { echo fread($clickonad_biz_ad_handle, 8192); } fclose($clickonad_biz_ad_handle); } ?>

KATEGORY

Tuesday, May 31, 2016

Ulasan Dark Soul



Game Besutan Namco-Bandai ini rilis tahun 2011 untuk console PS3, Xbox 360 dan tahun 2012 untuk Windows. Bergenre Adventure third-person action role-playing game.ini mengesankan kesederhanaan dalam tips, gameplay dan backround story namun dapat saya katakan Dark Soul ini 'sederhana namun mengasyikkan'.

Menurut saya game play nya cukup mirip dengan Monster Hunter, dimana combo yang di pakai di dalam fighting nya sangat sederhana, yang hanya memakai dua tombol, dan minim variasi serangan dan memakai sistem stamina, yang bedanya dengan MH adalah Dark Soul menggunakan Stamina ketika menyerang, sedangkan Monster Hunter hanya menggunakan Stamina saat berlari, mengelak dan combo-combo berat. Setelah bermain hampir 20 jam lebih Dark Soul menjadi salah satu game RPG yang saya rekomendasikan untuk dimainkan.

Sistem 'Humanity' dan 'Soul' di dalam Dark Soul juga sangat menarik dan cenderung "kejam" karena jika character kita mati maka keduanya akan hilang, sehingga sangat di sarankan untuk selalu menggunakan atau menghabiskan "humanity" dan 'Soul' kita setiap menemukan "bonfire' yang di dalam Dark Soul berfungsi sebagai Checkpoint. 
Jika anda adalah gamer yang pernah atau senang bermain game FPS yang rilis tahun 2010 keatas  akan mengalami kesulitan ataupun tidak terbiasa, karena Dark Soul tidak memakai sistem 'recovery' secara automatis (Health Point) seperti game - game FPS saat ini.

Sedihnya adalah, saat hampir menamatkan game ini, harddisk PC saya rusak dan dengan sangat menyesal dan sedikit marah, mimpi saya untuk menamatkan game ini pun kandas, karena saya tidak memback up save data, berhubung saya tidak bermain secara online.


Dark Soul saya beri nilai 7,5/10






Mie Instan

Artikel ini diambil dari : HaloSehat.com



Siapa yang tidak mengenal Mie Instan. Makanan ini memang sangat terkenal di seluruh dunia khususnya di wilayah Asia. Di Indonesia sendiri makanan ini hadir dengan berbagai merk juga rasa dan membuat penggemar makanan ini tidak sedikit. Sebenarnya sudahbanyak yang paham bahwa Mie Instan adalah makanan yang memiliki bahaya dan tidak baik untuk dikonsumsi. Namun efek mengenyangkan juga harga yang murah menjadi alasan utama mengapa makanan yang mengancam kesehatan ini tetap laku terjual habis. Inilah 20 macam bahaya makan mie instan yang sangat mematikan:
  1. Kerusakan hati. Mengkonsumsi mie instan yang terlalu sering atau rutin dapat menyebabkan kerusakan hati. Mie Instan mengandung zat berbahaya salah satunya Proplene Glycol yang jelas merusakan dan menganggu kerja hati.
  2. Gagal Ginjal. Kandungan Proplene Glycol juga mengundang penyakit lain yaitu merusak kerja ginjal sebagai salah satu organ vital dalam tubuh kita. Penyakit ginjal tersebut berupa penyakit gagal ginjal.
  3. Diabetes. Mie Instan meski memiliki rasa cenderung gurih juga mengandung banyak kandungan gula di mana dapat menyebabkan penyakit Diabetes. Secara tidak langsung kandungan gula tersebut diserap secara baik oleh tubuh kita.
  4. Kencing manis. Kandungan gula yang melimpah dalam Mie Instan juga memicu kita terjangkit kencing manis. Bisa saja mencapai Diabetes, bisa juga memang karena kandungan gula keluar dalam air seni.
  5. Meningkatkan kadar kolesterol. Makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol bukan hanya makanan bersantan atau aneka makanan laut tetapi ternyata Mie Instan juga menjadi salah satu makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol karena kandungan garam yang tinggi.
  6. Mengganggu hormon bagi wanita. Mie Instan yang dikonsumsi rutin atau berlebihan bagi wanita memberi bahaya tersendiri salah satunya mengangganggu hormon karena Sodium yang terkandung dalam Mie Instan. Hal ini menyebabkan jadwal bulanan seperti menstruasi dapat terganggu hingga menimbulkan jerawat.
  7. Menggangu hormon seks bagi pria. Jika bagi wanita menganggu hormon bulanan, bagi pria efek negatif Mie Instan juga berlaku. Mie Instan yang kaya kan zat kimia akan mengganggu hormon pria dalam hal seks di mana mereka tidak dapat mengontrol gairah seks mereka.
  8. Memicu tekanan darah tinggi. Pada umumnya tekanan darah seseorang normalnya adalah 130/80. Tetapi Mie Instan akan menaikannya alias memicu tekanan darah tinggi terjadi karena zat kimia berbahaya di dalamnya yang tidak terlihat.
  9. Menurunkan metabolisme. Zat kimia di dalam Mie Instan juga dapat menurunkan metabolisme kita. Jangan berpikir Mie Instan dapat memberi energi bagi kita karena sebenarnya Mie Instan hanya akan memberi sedikit energi dan menurunkan kembali metabolisme kita karena zat kimia tersebut.
  10. Menghambat penyerapan nutrisi. Tidak sedikit orangtua yang memberi anaknya makanan instan berupa Mie. Karena alasan – alasan khusus seperti masalah waktu ataupun memang sang anak doyan dengan rasa Mie Instan. Padahal Mie Instan sangat tidak baik untuk pertumbuhan anak – anak. Hal ini dikarenakan Mie Instan menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh anak – anak. Apa lagi bagi anak – anak yang masih berusia di bawah 6 tahun.
  11. Menyebabkan kanker. Siapa yang tidak merasa ngeri mendengar penyakit ini. Penyakit kanker memang mudah menghampiri banyak orang dengan tidak memandang usia. Dan Mie Instan menjadi salah satu jalan penyakit ini dapat menghampiri kita. Dengan segumpal aneka ragam zat kimia yang ditambahkan dengan bahan berbahaya lain salah satunya Mie Instan yang di dalam Styrofoam, kanker dapat saja dengan senang hati menghampiri. Stryfoam yang diberi air panas sangat tidak baik karena menambah zat kimia berbahaya di dalam Mie Instan.
  12. Keguguran bagi wanita hamil. Bagi para wanita yang sedang hamil, hindarilah makan Mie Instan. Zat kimia dalam Mie Instan juga pengawet yang kuat dapat menyebabkan keguguran. Jangan sampai sesuatu yang sudah dinantikan anda sejak lama harus hilang karena Mie Instan.
  13. Memicu penyakit Stroke. Penyakit stroke yang sering menyerang sebagian orang di dunia termasuk Indonesia juga dapat datang karena mengkonsumsi rutin mengkonsumsi Mie Instan. Mie Instan dapat menganggu kelancaran aliran darah.
  14. Mengganggu pencernaan. Karena Mie Instan dapat menghambat nutrisi masuk ke dalam tubuh, ini juga menjadikan pencernaan dalam tubuh terganggu. Pencernaan yang baik memerlukan bantuan nutrisi dan mineral yang banyak. Maka dari itu tidak sedikit yang gemar mengkonsumsi Mie Instan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Bahkan dapat menyebabkan lambung dan usus bocor.
  15. Memicu sakit kepala. Mie Instan mengandung kadar MSG yang sangat banyak. MSG sangat tidak baik untuk tubuh maupun otak kita. Mengkonsumsi MSG dapat memberi efek ringan hingga serius. Sederhananya adalah sakit kepala. MSG dapat memicu timbulnya sakit kepala karena tubuh yang tidak menerima zat berbahaya ini.
  16. Menganggu sistem pernafasan. Kandungan MSG dalam Mie Instan juga dapat menganggu pernafasan kita. Gejalanya yang paling utama adalah membuat kita sulit bernafas dan merasa sesak di dada. Bila memang sudah merasakan ini segera jauhi Mie Instan. Tidak maukan sampai kehilangan nyawa karena Mie Instan?
  17. Membuat wajah bengkak. Selain memicu sakit kepala dan mengganggu sistem pernafasn, kandungan MSG dalam Mie Instan juga dapat membuat wajah merah – merah hingga bengkak. Tidak banyak yang menyadari hal ini karena biasanya tidak berlangsung lama hanya saat ketika MSG tersebut terserap dalam tubuh.
  18. Penyakit jantung. Mie Instan juga termasuk dalam junk food atau makanan yang miskin vitamin. Mengkonsumsi Mie Instan terlalu sering dapat memicu penyakit jantung. Hal ini dikarenakan Cardionmetabolic Syndrome.
  19. Membuat perut buncit dan kantung mata. Kandungan garam yang sangat melimpah dalam Mie Instan secara tidak langsung membuat perut menjadi buncit dan menambah kantung mata. Mengkonsumsi garam yang banyak memang dapat membuat kedua hal tersebut tidak hanya dalam Mie Instan saja.
  20. Obesitas. Terakhir, bahaya dari mengkonsumsi Mie Instan adalah obesitas. Mie Instan jika dikonsumsi memberi efek mengenyangkan. Namun setelah itu dalam beberapa jam kemudian kita akan kembali merasa lapar. Padahal kalori dan karbohidrat di dalam Mie Instan sudah banyak. Hal ini cenderung membuat kita makan beberapa kali lipat. Apa lagi tidak sedikit yang menyandingkan Mie Instan dengan nasi.

Perlukah Skripsi untuk jenjang S1 ?

                          

 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglIHO8TDcwnVVPIaGcq-h9rthqeWOOLORmn4QC66eYYxWsqE6rqms-LCSZqkHgQ6aC_RJXTvDoDTdP_hHWpkr5ktKS6r8PcJRurZS0tCwbo5e6bctHZOFaURiVh4PvVR4jasZIzgqmxsv8/s400/stres-skripsi.jpg


Oleh : Muhammad Iqbal Tawaqal

Di Indonesia, Skripsi adalah syarat wajib seorang Mahasiswa untuk menyelasaikan studi strata 1 (satu) nya. Masalahnya, tidak semua orang di berikan bakat menulis, sehingga bukan tidak asing lagi, beberapa mahasiswa sampai membayar jasa pembuatan skripsi agar dapat memperoleh ijazah, dengan tidak mempermasalahkan ke-legalan dari perbuatannya tersebut.

Terus terang saja, dalam membuat skripsi kita dituntut untuk melakukan suatu penelitian, yang tempat dan objek penelitian-nya disesuaikan dengan Program Studi yang kita ambil di dalam perkuliahan kita. misalnya, jika seseorang masuk kedalam Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan yang fokus objek penelitian nya mayoritas adalah di sekolah-sekolah. Permasalahanya dalam melakukan penelitian ini, seorang Mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan observasi secara langsung.

Dalam melakukan suatu penelitian, tentu ada prasayarat agar penelitian seseorang itu kredibel, 'valid" dan "Reliable',  seorang Peneliti tentu memerlukan dana dalam melalukan penelitiannya, sedangkan bagi Mahasiswa S1, -menurut penulis belum mampu melakukan riset secara kredibel, karena riset membutuhkan waktu dan terutama sekali dana. Menurut
Dr. Kholis Abdurachim Audah, ada 3 alasan mengapa tidak perlu skripsi untuk syarat kelulusan kuliah jenjang S1 :

1. Menghambat kelulusan

Pada umumnya penulisan skripsi berbobot sekitar 4-6 jam kredit saja. Jika kita bandingkan dengan jumlah keseluruhan kredit yang harus diambil oleh seorang mahasiswa S1 di Indonesia yang berkisar di atas angka 140-an jam kredit, maka angka 4-6 kredit hanya berbobot sekitar 3-4 % saja dari total jam kredit yang harus diambil mahasiswa. Artinya bobot kreditnya hanya sebagian kecil dari jumlah keseluruhan kredit yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa. Bayangkan saja setelah beberapa tahun berjibaku dengan ketatnya perkuliahan dengan berbagai tugas-tugasnya, dan berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan, seorang mahasiswa harus melupakan cita-citanya meraih gelar sarjana yang dia dambakan.
Apakah kegagalan seseorang menulis skripsi mencerminkan kegagalan dia sebagai seorang mahasiswa yang memiliki potensi yang besar untk maju di bidang yang dia geluti? Lalu apa artinya semua perkuliahan yang sudah ditempuh oleh mahasiswa dengan segala perjuangannya? Apakah semua itu tidak ada artinya sama sekali? Sebagai informasi saja, sebenarnya jumlah kredit yang harus diselesaikan mahasiswa S1 di Indonesia sudah jauh melebihi rata-rata jumlah kredit di berbagai negara lainnya yang hanya di bawah 130 kredit. Parahnya lagi, kegagalan menyelesaikan skripsi ini bukan hanya dikarenakan kesalahan atau keengganan mahasiswa untuk melakukan penelitian atau penulisan skripsi, tetapi juga tidak sedikit yang disebabkan faktor-faktor “non-teknis” seperti hubungan yang kurang harmonis antara si mahasiswa dengan pembimbing dengan berbagai alasannya. Sayangnya penulis belum memiliki data statistik yang jelas berapa jumlah mahasiswa yang harus “dropped-out” hanya karena gagal menyelesaikan skripsi.

2. Ketidakpastian waktu lulus
Efek negative lain yang ditimbulkan oleh kewajiban penulisan skripsi ini adalah tidak adanya kepastian tentang waktu, berapa lama seorang mahasiswa dapat menyelesaikan penulisan skripsinya dengan berbagai permasalahan yang ada. Sebagai contoh, untuk mereka yang menggeluti bidang sains dan teknologi misalnya, banyak sekali kendala-kendala yang harus dihadapi berkaitan dengan proyek penelitian mereka. Sebut saja ketersediaan alat-alat atau bahan-bahan penelitian yang sebagian besar harus didatangkan dari luar negeri. Terkadang diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk itu. Hal ini dialami sendiri oleh penulis ketika melakukan penelitian untuk tugas akhir penulis. Diperlukan beberapa bulan untuk mendapatkan satu jenis bahan penelitian yang dibeli dari luar negeri. “What such a waste of time?”
Sebagai alternatifnya adalah, seorang mahasiswa bisa diwajibkan melakukan penelitian hanya jika perguruan tinggi atau lembaga-lembaga penelitian di Indonesia bisa menampung mereka untuk melakukan penelitian tanpa mengeluarkan biaya satu senpun. Jadi mereka hanya diikutsertakan untuk membantu penelitian yang sedang berlangsung dan tugas mereka selesai ketika semester sudah habis. Selanjutnya hasil penelitian mereka bisa dipublikasikan melalui sebuah seminar atau konferensi bersama di perguruan tinggi atau jurusan mereka masing-masing tanpa harus menulis skripsi. Kalau hasil penelitian mereka memiliki kualitas, tentu saja bersama pembimbing mereka, bisa dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah baik yang bersifat lokal, nasional maupun internasional dan untuk kelulusan mereka, mahasiswa tidak harus menunggu sampai hasil penelitian mereka bisa dipublikasikan. Hal ini justru akan memiliki nilai tambah yang lebih besar baik bagi si mahasiswa sendiri maupun untuk dosen pembimbingnya, ketimbang setiap hasil penelitian untuk S1 dibuat dalam skripsi dan selebihnya disimpan di perpustakaan dan sekedar menjadi sejarah saja. Untuk bidang-bidang sosial misalnya, untuk penulisan tugas akhir cukup dosen pembimbing memberikan topik-topik tertentu atau studi kasus yang harus ditulis oleh mahasiswa dalam bentuk essai dan kemudian pada akhir semester dinilai oleh pembimbing mereka masing-masing tanpa harus melalui proses yang panjang seperti penulisan sebuah skripsi.

Dan sekali lagi, waktu yang dialokasikan untuk semua tugas akhir ini baik untuk bidang sosial maupun sains dan teknologi, tidak boleh melebihi satu semester. Dengan demikian, setiap mahasiswa bisa mendapatkan kepastian waktu mereka bisa lulus.
Kepastian waktu ini sangat penting untuk kelanjutan karir para mahasiswa, baik bagi mereka yang terus ingin bekerja ataupun bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkan perkuliahan mereka. Mereka bisa menyusun rencana-rencana mereka ke depan dengan lebih pasti jauh-jauh hari sebelum waktu kelulusan mereka. Misalkan untuk melakukan persiapan melamar pekerjaan atau menyiapkan diri untuk memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk pendaftaran kuliah di tingkat selanjutnya baik di dalam maupun luar negeri. Sistem pendidikan tinggi kita saat ini tidak memungkinkan seorang mahasiswa tingkat akhir untuk banyak berencana apa selanjutnya dan kapan mereka bisa menyiapkan semua hal itu karena ketidakpastian waktu yang harus mereka jalani dalam menyelesaikan tugas akhir mereka.

3. Biaya Tinggi
Perlu diingat bahwa sebagian mahasiswa Indonesia banyak berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Orang tua mereka sudah bersusah payah membiayai perkuliahan mereka yang sudah berjalan pada umumnya selama sekitar empat tahun. Maka itu pembuatan skripsi yang memerlukan biaya yang tidak sedikit merupakan beban berat tambahan buat mereka karena biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan skripsi ini tidak sedikit. Akhirnya sebagian mahasiswa mengambil jalan pintas bagaimana dapat menyelesaikan skripsi mereka dengan cepat dan murah. Lahirlah cara-cara yang tidak baik yang mereka lakukan sebagai akibat dari rasa frustasi mereka dalam rangka menyelesaikan perkuliahan mereka yang sudah berlangsung cukup lama. Sebut saja plagiarism seperti yang disebutkan di atas atau dengan memanfaatkan jasa pembuatan skripsi yang banyak tumbuh di kota-kota yang banyak terdapat perguruan tinggi, seperti di Bandung misalnya dan kota-kota besar lainnya. Karena melalui jasa ini mereka dapat menyelesaikan penulisan skripsi mereka dengan biaya yang jauh lebih murah dan waktu yang lebih cepat. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat tidak sehat baik bagi dunia pendidikan itu sendiri maupun secara sosial.

Utuk bidang sains misalkan, terkadang mahasiswa harus mengeluarkan biaya sendiri untuk melakukan penelitian seperti yang dialami oleh beberapa teman penulis di masa perkuliahan dulu yang tentu saja jumlahnya cukup besar karena sebagian besar bahan kima di Indonesia harganya jauh lebih mahal dibandingkan di luar negeri. Di negara-negara maju, hal seperti ini tidak akan pernah dijumpai, seorang mahasiswa S1 melakukan penelitian untuk tugas akhir mereka dengan mengeluarkan biaya sendiri. Ironis memang, di tengah-tengah kesusahan seorang mahasiswa dengan biaya perkuliahan dan biaya hidup selama menjadi mahasiswa, khususnya di negara kita, dimana banyak mahasiswa dari kalangan tidak mampu, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan yang jumlahnya terkadang tidak sedikit untuk menyelesaikan tugas akhir mereka. Lalu dimana tanggung jawab negara terhadap rakyatnya dalam hal ini.


Demikian artikel ini penulis buat, penulis harap pemerintah dalam hal ini khusunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dapat menimbang untuk menghapus skripsi dalam syarat kelulusan untuk jenjang Strata 1 (satu).

Salam