Oleh : M.Iqbal Tawaqal
Baru - baru ini saya melihat banyak sekali postingan-postingan yang berbau adu domba, dan ada juga hal-hal yang sebenarnya tidak perlu di jadikan kontroversi. namun beberapa akun media social seperti di Facebook dan Twitter menjadikan itu ajang caci maki dan jelek menjelekkan.
Saya juga tidak luput dari fenomena ini, Sebagai orang yang berdarah Surabaya dan Kalimantan, adalah salah satu penyebab mengapa karakter saya yang mungkin sedikit keras dan blak-blakkan dan kadang - kadang reaktif.
Yang menjadi pikiran saya adalah Anonimitas di media social kadang kala menjadi pemudah seseorang atau kelompok tertentu untuk mengadu domba, dan membuat permusuhan di dunia maya.
Ada juga akun-akun palsu yang mengatas namakan oknum dari suatu kelompok atau golongan tertentu, yang justru menjelek-jelekkan, atau membuat citra negative bagi kelompok oknum tersebut. yang kebanyakan tidak mencantumkan data diri mereka dengan jelas, bahkan beberapa memakai jati diri palsu.
Salah satu contoh adalah berita mengenai Ahmad Dhani Prasetyo yang men-Tweet akan memotong alat kelaminnya jika pemimpin lawannya yang menang pemilu 2014. Namun setelah di konfirmasikan kepada Ahmad Dhani, beliau membantah pernah membuat "kicauan" seperti itu di Twitter, dan mengklaim bahwa itu adalah Fitnah.
Juga ada berita mengenai pengumpulan KTP untuk pencalonan Basuki Cahya Purnama atau yang akrab di panggil Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017. yang ketika itu beritanya bahwa pengumpulan KTP untuk pencalonan Ahok sebagai gubernur Jakarta di hadiri oleh ribuan warga, padahal isi berita sebenarnya adalah "Antrian travel fair BCA" yang dihadiri banyak pengunjung.
Serta Al-Ghazali yang membuat foto dukungannya kepada Ahok, yang ternyata adalah editan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Dengan kedua contoh diatas bukan berarti saya adalah pendukung Ahmad Dhani dalam Pilkada DKI, tapi ini hanyalah sebagian contoh, masih banyak lagi contoh-contoh berita bohong dan kontroversi yang kadang-kadang menjurus kepada fitnah dan adu domba yang mesti kita teliti.
Ada juga berita tentang rekrutment staf ahli dan sespri DPR yang ternyata tidak benar, lalu video tentang singa yang mengalamai sakaratul maut, padahal setelah di selediki ternyata singa itu mengalami suatu penyakit pada singa yaitu distemper pada 1994.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur saya berharap para pembaca yang budiman, dan terutama sekali saya dapat mendalami dan meneliti dulu berita-berita dan informasi yang kita dengar dari dunia maya, jangan sampai kita terjebak dengan adu domba dengan membagikan info - info palsu atau terpancing untuk anarkis jika mendapatkan info yang tidak jelas asal usulnya.
Salam:
Referensi : http://www.portalpiyungan.com/2016/03/pendukung-ahok-manipulasi-foto-antrian.html
https://m.tempo.co/read/news/2016/03/15/214753653/ahmad-dhani-ancam-pengedit-foto-al- ghazali-dukung-ahok
http://www.merdeka.com/peristiwa/informasi-rekrutmen-staf-ahli-dan-sespri-dpr-hoax.html
Twitter.com
Wednesday, March 30, 2016
Adu domba dunia maya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment